Vitamin A Bukan Hanya untuk Mata
Vitamin A bukan semata untuk mata. Begitu banyak manfaat zat gizi ini bagi kesehatan. Antara lain berperan penting dalam proses reproduksi, masa pertumbuhan dan perkembangan anak, mencegah kanker, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Apa saja sumber vitamin A terbaik, dan berapa banyak dibutuhkan sehari-harinya?
Berbagai penelitian 20 tahun terakhir memberi bukti nyata bahwa kekurangan vitamin A tidak hanya menyebabkan kebutaan, tetapi juga berdampak buruk terhadap kesehatan dan kelangsungan hidup secara keseluruhan. Anak-anak dengan xeroftalmia (penyakit mata akibat kekurangan vitamin A) ringan, mempunyai risiko 2-3 kali lebih besar untuk menderita penyakit infeksi saluran pernapasan dan diare, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Suatu penelitian menunjukkan adanya hubungan erat antara betakaroten dan vitamin A dengan pencegahan dan penyembuhan penyakit jantung koroner dan kanker. Hal ini terkait dengan fungsi betakaroten dari vitamin A sebagai antioksidan yang mampu melawan radikal bebas.
Enam fungsi penting
1. Penglihatan
Vitamin A berfungsi dalam penglihatan normal pada cahaya remang. Di dalam mata, retinol (bentuk vitamin A yang terdapat di dalam darah) dioksidasi menjadi retinal. Retinal kemudian mengikat protein opsin dan membentuk rodopsin (suatu pigmen penglihatan). Rodopsin terdapat pada sel khusus di dalam retina mata yang dinamakan rod.
Mata membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan dapat melihat dari ruangan dengan cahaya terang ke ruangan dengan cahaya remang-remang. Kecepatan mata untuk beradaptasi, berhubungan langsung dengan vitamin A yang tersedia di dalam darah untuk membentuk rodopsin.
Tanda pertama kekurangan vitamin A adalah rabun senja. Suplementasi vitamin A dapat memperbaiki gangguan penglihatan tersebut.
2. Pembentukan mukus
Mukus melindungi sel-sel epitel dari mikroorganisme dan partikel lain yang berbahaya. Di bagian atas saluran pernapasan, sel-sel epitel secara terus-menerus menyapu mukus keluar, sehingga benda-benda asing yang mungkin masuk akan terbawa keluar. Bila terjadi infeksi, sel-sel goblet akan mengeluarkan lebih banyak mukus yang akan mempercepat pengeluaran mikroorganisme tersebut.
Kekurangan vitamin A menurunkan kemampuan sel-sel kelenjar memproduksi mukus dan akan digantikan oleh sel-sel epitel yang bersisik dan kering. Hal tersebut menyebabkan kulit menjadi kering dan kasar serta luka sukar sembuh. Membran mukosa yang tidak dapat mengeluarkan cairan mukus dengan sempurna akan mudah terserang bakteri (infeksi).
3. Fungsi kekebalan
Vitamin A berpengaruh terhadap fungsi kekebalan tubuh manusia dan hewan. Sistem kekebalan membantu mencegah atau melawan infeksi dengan cara membuat sel darah putih yang dapat menghancurkan berbagai bakteri dan virus berbahaya. Retinol berpengaruh terhadap pertumbuhan dan diferensiasi limfosit B, yaitu leukosit yang berperan dalam proses kekebalan humoral.
Dalam kaitan vitamin A dan fungsi kekebalan ditemukan bahwa: (1) ada hubungan antara status vitamin A dan risiko terhadap penyakit infeksi pernapasan, (2) Ada hubungan antara kekurangan vitamin A dan penyakit campak.
4. Pertumbuhan dan perkembangan
Vitamin A berpengaruh terhadap sintesis protein, sehingga berperan terhadap pertumbuhan sel. Vitamin A dibutuhkan untuk perkembangan tulang dan sel epitel yang membentuk email gigi. Pada orang yang kekurangan vitamin A, pertumbuhan tulang terhambat dan bentuk tulang tidak normal. Pada anak-anak yang kekurangan vitamin A, terjadi kegagalan pertumbuhan.
5. Reproduksi
Vitamin A dalam bentuk retinol dan retinal berperan pada proses reproduksi. Pembentukan sperma, pembentukan sel telur, dan perkembangan janin di dalam kandungan, semuanya membutuhkan vitamin A dalam bentuk retinol.
Rendahnya status vitamin A saat hamil akan berdampak pada keguguran atau kesukaran dalam melahirkan. Kebutuhan vitamin A saat hamil meningkat untuk memenuhi kebutuhan janin dan persiapan menyusui.
6. Pencegahan kanker
Kemampuan retinoid dalam memengaruhi perkembangan sel epitel dan meningkatkan aktivitas sistem kekebalan, berpengaruh terhadap pencegahan kanker kulit, tenggorokan, paru-paru, payudara, dan kantong kemih. Betakaroten bersama dengan vitamin E dan C telah berperan aktif sebagai antioksidan untuk mencegah berbagai kanker.
Kebanyakan, Haid Terhenti
Terlalu banyak mengonsumsi vitamin A dapat menyebabkan hipervitaminosis, keadaan keracunan akibat kelebihan vitamin A, yaitu antara 75.000-500.000 SI atau 40.000-55.000 RE setiap hari untuk jangka waktu beberapa bulan. Sebaliknya, gejala kelebihan vitamin A pada orang dewasa adalah: sakit kepala, pusing, rambut rontok, kulit kering, tidak selera makan, dan sakit pada tulang.
Kelebihan vitamin A pada wanita dapat menyebabkan terhentinya menstruasi. Kelebihan vitamin A pada bayi dapat menyebabkan pembesaran kepala atau hidrosefalus. Kasus ini hanya akan terjadi bila konsumsi dilakukan dalam bentuk vitamin A.
Karoten tidak dapat menimbulkan gejala kelebihan vitamin A karena penyerapan karoten akan menurun bila konsumsinya berlebihan. Selain itu, sebagian dari karoten yang diserap tidak diubah menjadi vitamin A.
Dari Rabun Hingga Gangguan Pertumbuhan
Kekurangan (defisiensi) vitamin A terutama terjadi pada anak balita. Ada dua macam defisiensi, yaitu defisiensi primer dan defisiensi sekunder.
Defisiensi primer terjadi akibat kekurangan konsumsi bahan pangan yang mengandung vitamin A. Defisiensi sekunder terjadi akibat gangguan penyerapan dan penggunaan vitamin A di dalam tubuh.
Beberapa contoh penyakit akibat defisiensi vitamin A:
1. Buta senja
Salah satu tanda awal defisiensi vitamin A adalah buta senja, yaitu ketidakmampuan menyesuaikan penglihatan dari cahaya terang ke cahaya yang samar-samar. Ketidakcukupan konsumsi vitamin A menyebabkan simpanan dalam tubuh menipis, sehingga kadarnya di dalam darah menurun dan tidak mencukupi kebutuhan retina mata untuk pembentukan rodopsin (pigmen penglihatan).
2. Perubahan pada mata
Kornea mata dapat terpengaruh oleh kekurangan vitamin A. Tanda-tandanya antara lain kelenjar air mata tidak mampu mengeluarkan air mata, sehingga terjadi pengeringan pada selaput yang menutupi kornea. Tanda-tanda ini diikuti dengan pemburaman serta pelepasan sel-sel epitel kornea, yang berakibat pada pelunakan dan pecahnya kornea. Mata juga dapat terkena infeksi. Gejala paling ringan disebut xerosis konjungtiva.
Defisiensi lebih lanjut menyebabkan xerosis kornea, yaitu kornea menjadi kering dan kehilangan kejernihannya. Tahap akhir dari gejala mata yang terinfeksi adalah keratomalasia (kornea melunak dan dapat pecah), sehingga menyebabkan kebutaan total.
3. Infeksi
Defisiensi vitamin A dapat menyebabkan fungsi kekebalan tubuh menurun, sehingga mudah terserang infeksi. Kekurangan vitamin A menyebabkan lapisan sel yang menutupi paru-paru tidak mengeluarkan lendir, sehingga mudah dimasuki mikroorganisme, bakteri, dan virus yang dapat menyebabkan infeksi. Jika hal ini terjadi pada permukaan dinding usus halus, akan menyebabkan diare.
Defisiensi vitamin A juga dapat menyebabkan perubahan pada permukaan saluran kemih dan kelamin, sehingga menimbulkan infeksi pada ginjal, kantong kemih, dan vagina. Defisiensi vitamin A pada anak-anak menyebabkan komplikasi pada campak yang berakhir dengan kematian. Karena itu, vitamin A disebut vitamin anti infeksi.
4. Perubahan pada kulit
Defisiensi vitamin A menyebabkan kulit kering dan kasar. Folikel rambut juga menjadi kasar dan mengeras. Karena itu, asam retinoat sering diusapkan ke kulit untuk menghilangkan kerutan pada kulit, jerawat, dan kelainan kulit lainnya.
5. Gangguan pertumbuhan
Defisiensi vitamin A dapat menghambat pertumbuhan sel. Defisiensi vitamin A dapat menghambat fungsi sel-sel yang membentuk email gigi, mengakibatkan gigi mudah rusak.
Oleh:
Prof.DR. Made Astawan
Ahli Teknologi Pangan dan Gizi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
TERIMA KASIH